Jumat, 29 April 2016

Bab 2 - Kerendahan Hati

PA Filipi 2:2-11

Latar Belakang:
Kitab Filipi dikenal sebagai kitab sukacita (4:4), hal ini menarik sekali karena saat menulis kitab ini Paulus sedang di penjara, tetapi Paulus masih meminta supaya jemaat Filipi bersukacita. Hubungan Paulus sangat dekat dengan jemaat ini sampai merindukan mereka (1:1,8). Paulus merasa perlu menceritakan keadaannya di penjara, bahwa meskipun di penjara dia tetap bisa memberitakan Injil (1:12). Paulus juga akan mengutus Timotius untuk memberitahu tentang perkaranya kepada jemaat Filipi (2:23). Paulus juga memberikan beberapa nasehat yaitu supaya mereka tetap melayani dengan sungguh2 (bahkan dalam penderitaan), supaya bersatu hati, merendahkan hati dan berhati2 supaya jangan terseret ke keduniawian. Paulus meminta mereka mengikuti teladannya. Jemaat Filipi sendiri telah membantu Paulus beberapa kali (4:16), ini menunjukkan betapa mereka peduli kepada Paulus dan pelayannya. Terakhir mereka mengirim Epafroditus untuk membawa bantuan untuk Paulus yang di penjara. Paulus juga akan mengirim Epafroditus kembali ke Filipi supaya mereka bisa bersukacita. Walaupun jemaat Filipi terkesan cukup baik, tetapi diantara rekan2 sepelayanan juga ada perselisihan, antara Euodia dan Sintikhe (4:2-3) di mana Paulus meminta bantua Sunsugos untuk mendamaikan.

Observasi dan Interpretation:
1. Paulus menasehati jemaat Filipi untuk:
a. Sehati sepikir dalam 1 kasih, 1 jiwa dan 1 tujuan.
b. Tidak mencari kepentingan sendiri dan puji2an yang sia2 (kenodoxia=kesombongan)
c. rendah hati (tapeinophrosune=rendah hati/sederhana), menganggap orang lain lebih utama.
Supaya sukacita Paulus menjadi lengkap.

Yang membuat konflik dan perselisihan di gereja banyak disebabkan oleh:
i. Mencari kepentingan sendiri.
ii. Kesombongan.

 2. Dasar nasehat Paulus adalah karena jemaat yang ada dalam Kristus bisa memperoleh nasihat, penghiburan kasih, persekutuan Roh, kasih mesra dan belas kasihan.

Bagaimana caranya:
a. Pimpinan Roh Kudus (Yoh 16;8,13)
b. Pembinaan melalui pemuridan seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, Paulus, Petrus, dsb.
c. Persekutuan orang percaya (Ibr 10:25, 1 Kor 12:1-31).

3. Paulus memberikanan teladan Kristus untuk Jemaat Filipi merendahkan hati karena Paulus ingin fokuskan jemaat tersebut kepada Kristus. Selain itu Paulus tidak merasa layak sebagai manusia yang berdosa. Sehingga dalam KTB, kotbah ibadah harus berpusat pada Kristus.

4. Kerendahan hati Kristus (tapeinoo=rendah hati/dipermalukan):
a. Tidak menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang perlu dipertahankan (2:6).
b. Mengosongkan diri dan mengambil rupa sebagai hamba (2:7 - Kenosis). 
c. Merendahkan diri dan taat sampai mati di kayu salib yang hina (2:8).

Dengan demikian Paulus menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Dan karena kitab ini ditulis tahun 60an, makan tuduhan orang2 yang tidak percaya bahwa Yesus dijadikan Tuhan di Konsili Nicea di tahun 325M merupakan kesalahan besar.

Karena itu Allah Bapa:
a. Meninggikan Kristus (2:9)
b. Mengaruniakan nama di atas segala nama, spy:
    i. Segala yang ada di langit, di atas/bawah bumi semua bertekuk lutut (2:10) ini merupakan nubuatan dari Yes 45:23.
c. Mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.

Bandingkan dengan pertengkaran murid2 Tuhan Yesus saat perjamuan terakhir di Lukas 22:24-27. Betapa Kristus memberikan teladan kerendahan hati yang luar biasa.
Kita dipanggil untuk menjadi pemimpin yang melayani.

APLIKASI
5. Hal2 yang menghalangi kita untuk rendah hati:
a. Kesombongan.
b. Merasa paling tahu.
c. Merasa paling benar
d. Terlalu yakin diri.

Yang bisa kita lakukan:
a. Memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan melalui doa, sate dan persekutuan.

b. Memperbaiki hubungan dengan sesama kita, contoh: berusaha kenal nama SATPAM atau pembantu gereja sehingga mereka merasa dihargai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar