Mat 11:29 - "Pikullah kuk yang kupasang dan belajarlah kepadaKu, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan."
Latar Belakang
Kata lemah lembut dalam bahasa Yunani adalah "praus", kata ini mengandung 2 unsur:
1. Marah pada saat yang tepat.
2. Rendah hati, sikap yang tunduk pada Allah.
Observe (Mat 21:12-17)
Topik tentang Yesus menyucikan Bait Allah ini dicatat di keempat Injil dengan sudut pandang yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Ini sekali lagi membuktikan bahwa kita Injil bukan merupakan rekayasa, tetapi nyata tulisan saksi mata dari suatu peristiwa yang terjadi di masa lalu.
1. Secara umum orang yang lemah lembut digambarkan sebagai orang yang rendah hati, sabar, tidak menyukai kekerasan, baik, pasif, lemah, dsb.
Interpret
2. Di ayat 12 saat Yesus masuk ke Bait Allah, Dia:
a. Mengusir semua orang yang berjualbeli di halaman Bait Allah.
b. Membalikkan (Yun: "katastrepho"artinya merusak) meja2 penukar uang dan bangku2 pedagang merpati.
Yesus melakukan ini karena mereka telah mencemari rumah Allah yang seharusnya menjadi rumah doa. Mereka ini bahkan disebut "penyamun" (Yun:"lestes" artinya perampok atau pemberontak), karena mereka ini merampok orang-orang miskin. Pada saat itu apabila tidak punya uang, seseorang bisa mempersembahkan 2 syikal (standar ditentukan oleh timbangan kudus) dan sepasang burung merpati untuk korban. Para imam kepala dan pedagang bekerjasama untuk memperoleh keuntungan besar dari menjual syikal dan burung merpati ini untuk diri mereka sendiri. Dengan demikian memberatkan orang2 miskin.
3. Perlakuan Yesus sangat berbeda ketika orang2 buta dan timpang datang, Dia menyembuhkan mereka. Yesus melakukan ini karena:
a. Karakter Yesus yang lemah lembut dan kasih.
b. Memberikan kemuliaan bagi Allah (15-16).
c. Tanda2 yang menyertai datangnya Juruselamat (Luk 7:22).
4. Tuhan Yesus datang untuk orang yang sakit, bukan orang yang sehat. Sikap Yesus yang penuh kelemahlembutan kepada orang2 yang membutuhkan kasihNya dikontraskan dengan sikap Yesus yang penuh ketegasan dan menegur para imam kepada, ahli Taurat dan pedagang2. Karena Yesus tahu bahwa para imam dan ahli Taurat ini adalah orang2 yang mengerti tentang ajaran Musa dan seharusnya mereka menjadi teladan dalam melakukan perintah Allah. Tetapi ternyata mereka malah berlaku munafik dan mencari keuntungan sendiri, bukan memuliakan Tuhan.Kelemahlembutan Yesus bukan karakter yang lemah, tetapi juga karakter yang adil dan tegas.
5. Para imam kepala dan ahli Taurat sangat jengkel dengan apa yang dilakukan oleh Yesus. Bagi mereka hal itu tidak sepatutnya dan Yesus juga tidak pantas menerima pujian dari anak2 (ay 15). Waktu Tuhan Yesus ditanya tentang pujian tersebut, Dia malah mengutip dari Maz 8:3 dimana Allah dimuliakan dan musuh2 dibungkam. Hal ini menunjukkan bahwa Yesus menerima pujian yang untuk Allah tersebut dan mengkonfirmasi bahwa Dia ada juruselamat (Anak Daud).
Apply
6. Cara kita untuk mempunyai karakter lemah lembut seperti Yesus:
a. Bersandar pada pimpinan Roh Kudus untuk senantiasa mempunyai hubungan yang benar dengan Tuhan Allah melalui Firman Tuhan, Doa, persekutuan dan melakukan perintah2Nya.
b. Mempunyai lingkungan pergaulan yang baik dengan orang2 percaya, sehingga kita terus diperbaiki bukan makin rusak (1 Kor 15:33).
c. Meneladani Tuhan Yesus.
Tampilkan postingan dengan label Yesus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus. Tampilkan semua postingan
Jumat, 12 Agustus 2016
Kamis, 12 Mei 2016
Bab 5 - Ketekunan
Ibrani 10:36 -
"Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak
Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu."
PA Ibrani 10:32-39
Observe:
Baca perikop di
atas, dan ayat pendukung: Habakkuk 2:3-4.
Pelajari latar
belakang kitab Ibrani dan Habakkuk.
Interpret:
- Di ayat 32 ditulis bahwa "mereka" menderita sesudah menerima terang (Injil Kristus). Siapakah "mereka" ini? Yang pasti mereka adalah orang2 Yahudi, karena dari penulisan Kitab Ibrani banyak kutipan dari PL yang sangat familiar bagi orang2 Yahudi. Dan keterangan bahwa mereka menerima terang berarti mereka orang Yahudi yang bertobat dan menerima Kristus. Tetapi orang2 Yahudi di mana? Kalau dari penulisan kitab Ibrani yang sangat baik bahasa dan struktur Yunaninya, kemungkinan besar penulis menujukan kepada orang2 Yahudi Kristen yang di luar wilayah Yudea, karena mereka lebih familiar dengan struktur dan kosakata bahasa Yunani yang baik. Kalau kita lihat dari 3x perjalanan misi Paulus dari tahun 46-58M, kejadian penderitaan ini mungkin terjadi saat pemerintahan Kaisar Nero. Mereka ini menderita karena iman mereka kepada Kristus, mereka dianiaya secara fisik dan dicerca. Ditulis juga mereka juga mengambil bagian dalam penderitaan orang2 hukuman. Bahkan harta mereka juga dirampas.
- Di masa lalu, saat mereka baru terima Kristus, ditulis mereka menerima penderitaan itu dengan sukacita karena mereka memiliki harta yang kekal. Menarik sekali di sini penulis mengingatkan, berarti saat itu jemaat Kristen mula2 ini mengalami penurunan kehidupan rohani. Penulis bahkan mengingatkan supaya mereka tidak meninggalkan keyakinan mereka mula2. Seperti sikap mula2 jemaat ini, kita harus bisa bersandar pada Tuhan dan menerima ujian dalam bentuk penderitaan ini dengan sukacita.
- Mereka memerlukan ketekunan supaya tetap tidak melepaskan kepercayaan mereka (35-36). Untuk memperoleh upah besar yang dijanjikan Tuhan yaitu hidup yang kekal. Ketekunan dalam bahasa Yunani: "Hupomome" yang berarti kesabaran, ketabahan, kukuh, menanti. Tentunya dengan menyertakan Tuhan dalam segala hal.
- Ujian terhadap Iman menghasilkan ketekunan (Yak 1:3-4) dan ketekunan menghasilkan tahan uji dan tahan uji menghasilkan pengharapan (Rom 5:4). Iman adalah anugerah dari Tuhan, apabila kita hidup oleh iman, maka kita punya keyakinan akan memperoleh hidup yang kekal dan akan dimuliakan bersama2 dengan Kristus pada saat kedatangan Tuhan Yesus. Dengan pengharapan ini, kita terus dikuatkan dalam menghadapi penderitaan kita di dunia ini.
- Bahwa kita orang percaya harus terus bertekun oleh iman dalam melakukan kehendak Tuhan, sehingga kita memperoleh hidup kekal yang sudah dijanjikan. Dalam kitab yang ditulis nabi Habakkuk (artinya:"bergumul"), nabi ini mempertanyakan keadilan Tuhan pada mulanya, karena Tuhan memakai orang Kasdim yang barbar untuk mendatangkan penderitaan bagi orang Israel. Tetapi Tuhan menjawab dengan memberikan pengharapan akan kedatanganNya yang akan menyudahi semua ini. Nabi Habakkuk akhirnya percaya dan memuji Tuhan. Penulis Ibrani memberi contoh ini supaya bangsa Yahudi yang sudah percaya ini meneladai Habakkuk dan mengingatkan mereka akan janji Tuhan.
- Secara manusiawi kita memerlukan ketekunan dalam hal:
- Kemalasan: begitu banyak me-time yang kita punya dan kita gunakan untuk hal2 yang sia2 seperti main games atau nonton berlebihan. Padahal bisa kita gunakan untuk membangun relasi kita dengan Tuhan.
- Kenyamanan: rasanya enak hidup nyaman, tetapi dalam kenyamanan ini kita bisa terbawa arus makin jauh dari Tuhan.
- Status supaya terlihat baik: kalau kita pengurus gereja, kita mau terlihat baik, sehingga terjebak dalam kemunafikkan.
Jumat, 29 April 2016
Bab 4 - Kesetiaan
OBSERVE
BACA
PERIKOP RUT 1:1-22
AYAT2
PENDUKUNG:
Kel 3:8,
Ul 11:16-17, Kej 41:52,Hak 21:25, Hak 6,Kel 22:22-23, Ul 10:18, Hak 2:10-23
Ayat
hafalan Maz 89:2 - "Sebab kasih setiamu dibagun untuk selama-lamanya,
kesetiaanMu tegak seperti langit."
INTERPRET
LATAR
BELAKANG:
(Lihat
peta PL)
1. Di jaman hakim2, bangsa Israel berbuat apa saja yang benar menurut pandangan mereka, keadaan kacau dan ada krisis spiritualitas. Seorang dari Betlehem Yehuda bernama Elimelek (artinya: Allahku Rajaku) bersama istrinya Naomi (artinya: kesukaanku) dan dua anaknya yaitu Malhon dan Kilyon, meninggalkan tempat yang dijanjikan Allah ke daerah Moab dan menetap di sana sebagai orang asing. Hal ini disebabkan karena ada kelaparan di tanah Israel (1:1).
1. Di jaman hakim2, bangsa Israel berbuat apa saja yang benar menurut pandangan mereka, keadaan kacau dan ada krisis spiritualitas. Seorang dari Betlehem Yehuda bernama Elimelek (artinya: Allahku Rajaku) bersama istrinya Naomi (artinya: kesukaanku) dan dua anaknya yaitu Malhon dan Kilyon, meninggalkan tempat yang dijanjikan Allah ke daerah Moab dan menetap di sana sebagai orang asing. Hal ini disebabkan karena ada kelaparan di tanah Israel (1:1).
2. Yang
menarik di Kel 3:8 Allah menjanjikan suatu negeri yang berlimpah susu dan madu.
Akan tetapi yang dialami bangsa Israel di perikop ini malah sebaliknya. Hal ini
terjadi karena bangsa Israel tidak taat pada Tuhan, sehingga Tuhan tidak
menghalau bangsa2 di tanah itu, malah menjadi musuh Israel. Selain itu yang
lebih parah bangsa Israel terjerat oleh allah2 bangsa lain itu (Hak 2:1-3).
Allah adil dalam hal ini, sebelum Dia menghukum Dia sudah memperingati bangsa
Israel (Ul 11:16-17).
3. Bangsa
Moab sendiri tidak asing bagi bangsa Israel. Moab adalah anak Lot, keponakan
Abraham, sehingga dari sejarahnya masih ada hubungan saudara. Selain itu
bahasanya sangat mirip dengan bahasa Ibrani, cuma beda dialek. Sehingga tentu
saja sangat mudah untuk Elimelek sekeluarga beradaptasi di sana.
JAWABAN
UNTUK PERTANYAAN2
1. Hal
utama yang menyebabkan perpindahan mereka adalah karena adanya kelaparan di
tanah Israel. Tetapi tidak menutup kemungkinan adanya hal2 lain yang menjadi
alasan. Saat itu bangsa Israel dalam krisis spiritualitas, mereka melakukan apa
saja yang benar menurut pandangan mereka sendiri (Hak 21:25), padahal Tuhan
dengan spesifik memperingati supaya mereka tidak seperti itu (Ul 12:8). Selain
itu kalau kita baca kisa Gideon di Hak 6, keadaan di tanah Israel juga kacau,
ditindas oleh bangsa2 lain seperti Midian dan Amalek, mereka tidak bisa menuai
hasil tanah yang mereka tabur dengan kerja keras.
Indonesia
juga mengalami krisis yang mirip seperti ini, di mana banyak orang meninggalkan
Indonesia pindah ke negara lain. Apabila Tuhan memang memanggil kita untuk
melayani bangsa ini, kita harus tetap setia pada panggilan itu. Ditulis bahwa
Elimelek menetap di tanah Moab "sebagai orang asing", ini berarti dia
merencanakan kembali ke tanah yang dijanjikan Tuhan. Jadi kalau karena ada
situasi yang membuat kita pergi dari tanah yang dijanjikan Tuhan, bila Tuhan
mengijinkan kita tetap harus mengikuti panggilan Tuhan supaya kita kembali
melayani di sana.
2.
Setelah kematian suami dan kedua anaknya, Naomi mendengar bahwa Tuhan
memperhatikan dan memberi makan bangsa Israel. Sehingga dia berkemas bersama
kedua menantunya, Orpa dan Rut, kembali menuju ke Israel. Di tengah perjalanan,
Naomi:
-
Menyuruh mereka pulang ke rumah ibu masing2
-Memberkati
mereka dengan nama Tuhan
- Mencium
mereka
3. Naomi
merasa:
- Tidak
bisa memberikan apa2 lagi kepada Orpa dan Rut.
- Sudah
terlalu tua untuk bersuami, sebagai seorang janda tidak ada harapan untuk
mendapat pendapatan tetap atau suami (karena umurnya sudah cukup tua).
-
mengalami kepahitan yang lebih daripada menantu2nya.
Hidup
seorang janda pada saat itu sangat susah, meskipun mereka diperbolehkan menikah
lagi, tapi apabila sudah terlalu tua maka hidupnya tergantung belas kasihan
orang lain. Karena itu Tuhan sangat memperhatikan janda2 (Kel22:22-23, Ul
10:18).
Naomi
masih berharap kepada Tuhan, karena:
a. Dia
memberkati Orpa dan Rut dalam nama Tuhan.
b. Dia
kembali ke tanah Yehuda karena Allah memperhatikan bangsa Israel.
Tindakan
Naomi menyuruh menantunya pulang ke ibu masing2 merupakan tindakan logis,
bayangkan 3 orang janda, 1 orang Israel yang sudah lama tdk pulang dan 2 janda
orang asing, apa harapan mereka di tanah Yehuda? Tapi bisa juga karena Naomi
tidak mau mereka menjadi bebannya.
4.
Meskipun awalnya Orpa tidak mau pergi dan menangis, tetapi akhirnya dia pergi
juga.Sebagai janda orang Moab yang masih cukup muda, dia masih bisa menikah
lagi dan mempunyai hidup yang lumayan. Dari perikop ini, penulis ingin
mengkontraskan tindakan Orpa dan Rut, meskipun secara logis Orpa tidak salah,
tetapi Rut menunjukkan kesetiaan yang luar biasa di luar nalar.
Kalau
kita selidiki lagi, sebagai seorang Efrata, Elimelek dan Naomi, adalah
keturunan orang yang berada dan terpandang (keturunan Yusuf Kej 41:52), selain
itu mereka juga sama2 pernah mendengar hukum Taurat yang diberikan Musa kepada
bangsa Israel. Kemungkinan besar Orpa dan Rut pernah mendengar Naomi
mengajarkan tentang Tuhan kepada kedua anaknya. Selain itu kejadian Allah
membawa keluar bangsa Israel dari Mesir merupakan kejadian yang menghebohkan
pada jaman itu sampai membuat bangsa2 takut kepada bangsa Israel, Orpa dan Rut
pasti pernah mendengar cerita yang luar biasa itu. Dengan demikian tindakan
Naomi merupakan langkah iman. Secara logika tidak logis, tetapi iman itu
membuahkan kesetiaan, sehingga dia berkata kepada Naomi: Allahmulah Allahku (1:16-18,
2:11).
APPLY
5. Kita
harus mencontoh langkah iman yang dilakukan oleh Rut, dia beriman dan patuh
kepada panggilannya. Akhirnya dia menikah dengan Boas dan melahirkan Obed yang
merupakan kakek raja Daud yang dari keturunannya melahirkan Yesus Kristus.
Alah
selalu setia pada umatNya, meskipun bangsa Israel bebal dan seringkali
mengecewakan Allah. Tuhan tetap setia pada janjiNya (Hak 2:10-23). Allah juga
adil, setelah memberi perintah, Dia memperingati, kalau masih bebal, Dia akan
menghukum. Tetapi Allah akan tetap setia memenuhi janjiNya.
6. Hal2 yang membuat kesetiaan kita goyah:
a.
Kesengsaraan/penderitaan.
b. Hidup
dalam kekurangan.
c.
Pencobaan yang besar.
d.
Terbelenggu dosa.
e.
Kenyamanan hidup.
f.
Konflik dengan orang2 di sekeliling kita.
g. Salah
mengerti janji Tuhan sehingga memaksa Tuhan untuk memberikan (eg. minta berkat
materi untuk diri sendiri).
7. Kita
bisa tetap menjaga iman dan kesetiaan kita dengan mempunyai hubungan yang benar
dengan Tuhan, mengenal Tuhan kita dengan lebih baik lagi. Sebenarnya upah kita
sebagai orang percaya selain hidup yang kekal, ada yang bisa kita rasakan saat
ini (Mark 10:28-31). Tuhan Allah akan memelihara kita sehingga kita tidak
pernah kekurangan, kita bisa hidup mencukupkan diri kita. Selebihnya kita
gunakan untuk membantu orang2 yang kekurangan. Apabila Tuhan memberikan berkat
baik dalam bentuk kepintaran atau kekayaan, pasti Tuhan punya rencana supaya
kita menggunakan berkat itu untuk menjadi berkat bagi pekerjaan Tuhan. Karena
kita adalah garam dan terang dunia.
Bab 3 - Kekudusan
Ayat hafalan 1 Pet
1:15-16
A. LATAR
BELAKANG
1. Kitab
ini ditulis oleh Rasul Petrus dengan bantuan Silas (Yun: Silwanus) untuk orang2
percaya yang tersebar di sekitar Asia Kecil.
2.
Kemungkinan orang2 percaya ini adalah orang2 yg datang ke Yerusalem saat
Pentakosta.
3. Kata
"pendatang" (Yun: "parepidemos") selain berarti orang2
dalam perantauan juga bisa berarti "penduduk sementara" seperti di
ayat 7. Bagi orang2 percaya dunia adalah tempat sementara, Rasul Yohanes
menulis di Wahyu 21 bahwa akan ada Langit dan Bumi baru bahkan Yerusalem baru.
4.
Kondisi orang2 percaya saat itu sedang berdukacita menghadapi pencobaan, tetapi
Rasul Petrus mengingatkan kembali akan pengharapan, iman dan keselamatan yang
telah mereka terima dari Kristus.
B. KEKUDUSAN 1 PET 1:13-25
1. Kaitan
antara perikop ayat 3-12 yang memberitakan sukacita Injil dalam penderitaan
orang2 percaya dengan ayat 13-14 adalah suatu ajakan untuk bersiap sedia (Yun:
"anazonnumi"="mengikat pinggang spy bs bergegas") dan
waspada (Yun: "nepho"="sadar/tidak mabuk"). Yang harus
disiapkan adalah akal budi (Yun:"dianoia"="hati dan
pikiran"). Jadi maksudnya, meskipun kita sudah menerima keselamatan, kita
harus terus siap sedia berjaga2 untuk terus mengejar kekudusan dalam hidup
kita. Caranya hanya dengan bersandar pada kasih karunia Tuhan. Kekudusan adalah
suatu proses jangka panjang yang harus dilalui oleh orang2 percaya.
*
Penderitaan dan kesulitan yang mendera orang2 percaya bisa melemahkan sementara
saja. Ini bisa membuat hidup kita berantakan dan kacau. Tetapi firman Tuhan di
1 Kor 10:13 menjanjikan jalan keluar bagi kita yang sedang dalam pencobaan.
Jadi kita harus terus berdoa untuk meminta kekuatan dari Tuhan dan hidup dalam
komunitas yang membangun kita secara rohani.
*
Pengharapan dalam Kristus tetap membuat kita mampu hidup kudus dengan menyadari
bahwa:
a. Semua
penderitaan ini adalah sementara, kita mempunyai pengharapan yang kekal untuk
menerima keselamatan (ay 3-5).
b. Tuhan
akan memelihara dan menguatkan kita (ay 5).
c.
Penderitaan ini adalah ujian bagi iman kita (ay 7).
d. Kita
memperoleh pahala kekal: puji2an, kemuliaan dan kehormatan (ay 7).
e.
Penderitaan ini merupakan karunia (2:19-21) teladan dari Kristus.
2. Konsep hidup kudus berkaitan dengan Paskah pertama di Kel 12:11 di mana bangsa Israel harus menyembelih anak domba jantan tidak bercela, mengusapkan darahnya pada kedua tiang dan ambang atas. Setelah itu dagingnya harus dipanggang dan dimakan dengan roti tidak beragi dan sayur pahit, dengan mengikat pinggang (bergegas). Karena malam itu Tuhan akan menulahi seluruh Mesir sehingga semua anak sulung manusia dan hewan mati. Hanya bangsa Israel yang selamat karena darah anak domba itu. Kita orang percaya harus senantiasa siap dan waspada menjaga kekudusan karena hari penghakiman yang datang dengan tidak terduga.
Setelah
itu Allah memberi perintah untuk bangsa Israel sebagai bangsa yang sudah
dikhususkan bagi Allah, kudus (Ibr:"Qodesh"=keterpisahan). Salah
satunya dengan memberitahukan binatang yang haram dan tidak haram (Im
11:44-45). Sehingga arti kudus adalah dikhususkan untuk Tuhan dan melakukan
segal sesuatu yang diperintahkanNya.
* Di Kel
24:3-8 Musa mempersembahkan korban bakaran dan keselamatan untuk bangsa Israel
sebagai umat pilihan Allah. Hal ini digenapi dala kematian Kristus di kayu
salib, dimana kita ditebus dengan darah yang mahal, darah Anak Domba yang
sempurna (ay 19). Sehingga kita tidak lagi perlu melakukan ritual persembahan
korban seperti di PL. Pengorbanan Yesus memberikan pendamaian antara Allah dan
manusia (tirai Bait Suci terbelah menjadi dua) tidak ada lagi pembatas antara
ruang kudus dan ruang maha kudus. Kita bisa datang kepada Allah dan memanggil
Bapa (ay 17). Dengan demikian kita adalah anak2Nya, dengan demikian kita harus
hidup kudus seperti Bapa kita kudus. Karena tidak mungkin yang kudus bercampur
dengan yang tidak kudus. Kita menjadi anak2 Allah bukan karena perbuatan kita
atau siapa kita tetapi karena Kristus yang telah mengorbankan diriNya untuk
kita.
3. Ay
22-23 menunjukkan bahwa kekudusan itu bersifat relasional. Dengan hidup kudus
kita mengasihi sesama kita dengan sungguh2 dan tulus ikhlas, bukan karena
ritual atau tradisi atau kemunafikan atau supaya dipuji orang.
Orang2
Farisi adalah orang2 yang berusaha mentaati hukum Taurat (ada total 613 hukum
dan peraturan yang tertulis, belum yang lisan). Akan tetapi mereka munafik,
karena dari luar mereka terlihat patuh padahal sesungguhnya mereka ingin dipuji
(Mat 6:1-18), mengambil untung untuk diri sendiri (Mat 15:4-6) dan bebal (Mat
16:1-4).
Apa yang
diajarkan Rasul Petrus adalah kekudusan yang relasional, kasih kepada sesama
seperti kepada diri sendiri (Mat 22:39).
* Dengan
demikian seharusnya kekudusan orang Kristen bisa berdampak kepada orang2 di
sekitarnya. Karena seperti terang dalam kegelapan, pasti sangat kontras. Kita
adalah garam dan terang:
a.
Berbeda dalam arti positif dari orang2 dunia.
b.
Mengawetkan yang baik supaya tidak busuk.
c. Tidak
kompromi dengan kebejatan dunia.
d.
Mengubah menjadi lebih baik.
Eg. Ahok.
4.
Sebagai orang yang seharusnya menerima hukuman mati kekal dan bobrok saya
sangat bersyukur untuk pengorbanan Kristus di kayu salib. Sehingga hidup yang
saya jalani bukan lagi sebagai manusia yg lama, tetapi sbg manusia baru. Di
mana hidup adalah Kristus. Saya mau memakai semua yang saya punya tenaga,
pikiran, hati, dana, aset untuk kepentingan pelayanan bagi Tuhan.
Kerinduan
untuk hidup kudus memerlukan kepekaan kepada pimpinan Roh Kudus. Karena
kecenderungan hati manusia adalah jahat, lebih rindu untuk hidup enak dan
mencintai dunia. Karena itu kita perlu mempunyai hubungan yang benar dengan
Tuhan, supaya hari demi hari kita dimurnikan dan menjadi kudus.
Bab 2 - Kerendahan Hati
PA Filipi 2:2-11
Latar Belakang:
Kitab
Filipi dikenal sebagai kitab sukacita (4:4), hal ini menarik sekali karena saat
menulis kitab ini Paulus sedang di penjara, tetapi Paulus masih meminta supaya
jemaat Filipi bersukacita. Hubungan Paulus sangat dekat dengan jemaat ini
sampai merindukan mereka (1:1,8). Paulus merasa perlu menceritakan keadaannya
di penjara, bahwa meskipun di penjara dia tetap bisa memberitakan Injil (1:12).
Paulus juga akan mengutus Timotius untuk memberitahu tentang perkaranya kepada
jemaat Filipi (2:23). Paulus juga memberikan beberapa nasehat yaitu supaya
mereka tetap melayani dengan sungguh2 (bahkan dalam penderitaan), supaya
bersatu hati, merendahkan hati dan berhati2 supaya jangan terseret ke
keduniawian. Paulus meminta mereka mengikuti teladannya. Jemaat Filipi sendiri
telah membantu Paulus beberapa kali (4:16), ini menunjukkan betapa mereka
peduli kepada Paulus dan pelayannya. Terakhir mereka mengirim Epafroditus untuk
membawa bantuan untuk Paulus yang di penjara. Paulus juga akan mengirim
Epafroditus kembali ke Filipi supaya mereka bisa bersukacita. Walaupun jemaat
Filipi terkesan cukup baik, tetapi diantara rekan2 sepelayanan juga ada
perselisihan, antara Euodia dan Sintikhe (4:2-3) di mana Paulus meminta bantua
Sunsugos untuk mendamaikan.
Observasi
dan Interpretation:
1. Paulus
menasehati jemaat Filipi untuk:
a. Sehati
sepikir dalam 1 kasih, 1 jiwa dan 1 tujuan.
b. Tidak
mencari kepentingan sendiri dan puji2an yang sia2 (kenodoxia=kesombongan)
c. rendah
hati (tapeinophrosune=rendah hati/sederhana), menganggap orang lain lebih
utama.
Supaya
sukacita Paulus menjadi lengkap.
Yang
membuat konflik dan perselisihan di gereja banyak disebabkan oleh:
i.
Mencari kepentingan sendiri.
ii.
Kesombongan.
2.
Dasar nasehat Paulus adalah karena jemaat yang ada dalam Kristus bisa
memperoleh nasihat, penghiburan kasih, persekutuan Roh, kasih mesra dan belas
kasihan.
Bagaimana caranya:
a.
Pimpinan Roh Kudus (Yoh 16;8,13)
b.
Pembinaan melalui pemuridan seperti yang dilakukan oleh Tuhan Yesus, Paulus,
Petrus, dsb.
c.
Persekutuan orang percaya (Ibr 10:25, 1 Kor 12:1-31).
3. Paulus memberikanan teladan Kristus untuk Jemaat Filipi merendahkan hati karena Paulus ingin fokuskan jemaat tersebut kepada Kristus. Selain itu Paulus tidak merasa layak sebagai manusia yang berdosa. Sehingga dalam KTB, kotbah ibadah harus berpusat pada Kristus.
4. Kerendahan hati Kristus (tapeinoo=rendah hati/dipermalukan):
a. Tidak
menganggap kesetaraan dengan Allah sebagai milik yang perlu dipertahankan
(2:6).
b.
Mengosongkan diri dan mengambil rupa sebagai hamba (2:7 - Kenosis).
c.
Merendahkan diri dan taat sampai mati di kayu salib yang hina (2:8).
Dengan demikian Paulus menyatakan bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan. Dan karena kitab ini ditulis tahun 60an, makan tuduhan orang2 yang tidak percaya bahwa Yesus dijadikan Tuhan di Konsili Nicea di tahun 325M merupakan kesalahan besar.
Karena itu Allah Bapa:
a.
Meninggikan Kristus (2:9)
b.
Mengaruniakan nama di atas segala nama, spy:
i. Segala yang ada di langit, di atas/bawah bumi semua bertekuk lutut
(2:10) ini merupakan nubuatan dari Yes 45:23.
c.
Mengaku bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan.
Bandingkan dengan pertengkaran murid2 Tuhan Yesus saat perjamuan terakhir di Lukas 22:24-27. Betapa Kristus memberikan teladan kerendahan hati yang luar biasa.
Kita
dipanggil untuk menjadi pemimpin yang melayani.
APLIKASI
5. Hal2
yang menghalangi kita untuk rendah hati:
a.
Kesombongan.
b. Merasa
paling tahu.
c. Merasa
paling benar
d.
Terlalu yakin diri.
Yang bisa kita lakukan:
a.
Memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan melalui doa, sate dan persekutuan.
b.
Memperbaiki hubungan dengan sesama kita, contoh: berusaha kenal nama SATPAM
atau pembantu gereja sehingga mereka merasa dihargai.
Langganan:
Postingan (Atom)